Pernah dengar TBb? pastinya engga kan?
sekarang saya selaku yang memiliki blog ini akan menceritakan sebuah kisah classic seperti nama blog ini!
cerita tanpa naskah tak bertema tidak pula berjudul dan belum ada akhirnya sampai sekarang ini saat aku menulis tentang mereka.
“Aku dan Teman-temanku yang Freak! termasuk Aku, atau hanya mereka saja yang Freak”

sebelumnya saya maminta maaf kepada teman-teman sekalian yang tercantumkan namanya dibawah ini, bila ada kesamaan nama, karakter, fisik, ketahuilah ini hanya fiksi belaka, tidak ada tawar menawar antarapedagang dan pembeli, begitu pula, tidak ada tawar menawar antara penulis blog dan pembaca blog, JUST READ IT NOW!
TBb crew : Amel, Icha, Asrie, Danar, Azen, Icho, Radhi, Putri (aku), Aya, Stella.
Kami adalah TBb crew (Taman Bacaan band crew). Kami dilahirkan di satu tempat yang luas tepat didekat pohon berkursi dan bermeja, dilahirkan dengan bakat dan karya yang berbada namun satu jua menjungjung bangsa indonesia itulah kami
Disinilah cerita TBb dimulai..
pertanyaanku..”Apakah kamu sanggup baca blog aku?”
Bermula dari perjalanan sekelompok atau sederet atau grup atau entah disebuat apa kami dialam asal kami sebenarnya, dari rumah yang berpenghuni 25 hobit, hanya kami lah yang terlahir manusia sejati (belum benar-benar sejati).
Awal mula kami dibentuk oleh seorang suhu, ditugaskan berkelana mencari jati diri dan kemampuan menciptakan sesuatu yang amazing. Ditunjuklah kami 10 orang manusia dari 25 hobit yang ada, dan memulai perkelanaan didunia fantasi penuh warna, penuh ketegangan, emosi, dan ceria (segera saksikan dibioskop kesayangan anda dalam 3D)
BAB 1. perjalanan yang melelahkan.
Sekian lama berjalan mencari tempat persinggahan, akhirnya disinilah atau disana tepatnya, di taman bacaan (TB) tak asing untuk didengar oleh telinga, latihan mengasah diri pun dimulai, cekcok antara kamipun mulai bermunculan, dari permasalah ringan sampai yang berat-berat saking beratnya kami gotong sama-sama supaya ringan~. Kami mencoba saling meluruskan, dan itu pun berhasil, setelah berguru sendiri, akhirnya rekan azen menemukan guru untuk kami semua, dia bernama guru O, guru O mengajari kami berbagai trik tipu muslihat badannya terlihat lentur, dan kamipun mencobanya namun tetap terlihat kaku.
ntah karna apa, atau memang tidak ada bakat sama sekali, atau memang badan kami terbuat dari bebatuan keras dari gunung berapi -___-
tapi kami semua masih mending dibandingkan badannya si Amel, yang benar-benar batu semata, sekali gerak bisa bikin geger satu kampung!
detik demi detik, jam-ke jam, dan hari- kehari kamipn berlatih~
BAB 2
Dari semua latihan, cuma 1 yang berhasil, dan itu awal permulaan yang baik, para wanita telah berlatih kemampuannya sendiri, begitupun lelaki, hari pun semakin mepet dengan kepulangan perkelanaan dari tempat TB, dan kami harus menyelesaikan latihan ini segera…
kami para wanita telah menguasai dengan dalam, walau tak sedalam samudra ~.~
pria-pria telah melakukan tugas dengan baik, walau kadang ada sedikit kealayan dari satu anggota pria yang bisa bikin kita galau
BAB 3
…entah mau nulis apa lagi, anggap aja ini hari H hari akhir dari perkelanaan yang harus dipentaskan…
disinilah ketegangan mulai tercuat dari berbagai kecaman, dan gencatan senjata, entah bagaimana bisa, kelompok nari kami berada di urutan no.1, ya Allah…apa salah hamba sehingga mempersulit keadaan,
tanpa banyak cekcok, gagasan terakhir adalah dansa-
selama penampilan dimulai, kami persis kertas yang dibawa angin, penutupan yang menampilkan dansa, udah keliatan mana pedansa beneran dan pedansa abal-abal(aku) bak boneka diseret-seret ntah berantah baju sobek-sobek pulang seok-seok minta tolong(ceritanya) dan aku seperti orang yang tak berarti
~oke..sebenernya ini cerita 10anak kelas yang disuruh oleh guru kesenian membuat kelompok nari dalam seminggu, dan tariannya berisikan 70%daerah-30%modern dance~ bisa bayangin ga gimana gabunginnya?
bingung kan? nah kami juga bingung, ~guy’s imagine that ya~
penampilan dimulai, tanpa ada seorang pun yang merekam seperti kelompok yang lainnya, kali ini kamu benar-benar terlihat pecundang, penampilan seadanya, dan kami dibubarkan, aku kini udah pergi ke ausi ngambil kedokteran (ceritanya gitu) sampai ketemu lagi nanti~
~Taman Bacaan Band selalu dihati guy’s~